Dari Limbah Menghasilkan Produk Tanpa Limbah

By on September 4, 2013
2013-08-30 09.44.43

Daryanto yang sedang mengolah limbah ban bekas untuk bahan pembuatan sandal

Setiap proses produksi pasti akan menghasilkan produk jadi dan juga sisa produksi atau limbah. Dan itu juga berlaku pada proses pembuatan sandal bandol(ban bodol) di Desa Keniten, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Yang menggunakan bahan baku limbah dari ban mobil bekas.

Pembuatan sandal bandol(ban bodol) yang menggunakan bahan baku berupa limbah ban bekas. Secara tidak langsung telah mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Karena limbah yang semula tak berharga dan mungkin terbuang begitu saja. Telah disulap menjadi sebuah produk baru bernilai ekonomi lebih yang dijual di pasaran. Yang tentunya untuk kualitas tidak kalah bersaing dengan produk yang dikeluarkan pabrikan. Tapi walaupun menggunakan bahan baku limbah, proses produksinya juga tetap menghasilkan limbah yang juga harus diperhatikan.

Dan hal itu akan menjadi berbeda jika limbah hasil produksi itu juga bisa dimanfaatkan kembali. Dan itulah yang dilakukan oleh Daryanto(50), selain selalu berkreasi dan berinofasi tanpa henti menciptakan model-model produk yang selalu baru. Daryanto tetap memperhatikan limbah yang menjadi sisa produksi. “Limbah produksi disini digunakan untuk bahan bakar proses penyulingan minyak dan pembakaran batu kapur”, ungkapnya.

Limbah atau sisa dari proses produksi sandal bandol(ban bodol) di tempat Daryanto tidak menjadi sampah yang terbuang begitu saja. Karena sisa-sisa potongan karet, spon, kulit ataupun imitasi yang ada di tempat produksinya. Telah dimanfaatkan di tempat lain sebagai bahan untuk pembakaran di tempat-tempat penyulingan minyak. Seperti penyulingan daun cengkeh, dilem, dan juga pada proses pembakaran batu kapur.

Karena itulah hampir tidak ada limbah yang dihasilkan dari pembuatan produk sandal bandol di tempat Daryanto. Sebuah upaya yang dilakukan untuk ikut mengambil peran dalam melestarikan lingkungan. Dan dengan membeli produk sandal dan sepatu yang dihasilkan di Desa Keniten ini, secara tidak langsung anda juga telah berpartisipasi dalam upaya melestarikan lingkungan hidup.

About keniten

3 Comments

  1. chairul

    September 4, 2013 at 10:14 am

    mau pesen gimana caranya ya….sudah ada distribusi ke jkt lom ya

  2. jalu

    September 5, 2013 at 11:34 am

    Melihat inisiatif Pak Daryanto ini sungguh inspiratif, tapi saya kira motifasi yang melatarbelakanginya adalah aspek ekonomi. Soal upaya kepedulian lingkungan saya kira cuma dampak. Kalau kita lihat pada alur selanjutnya, yaitu penggunaan karet ban bekas untuk penyulingan minyak dan pembakaran batu kapur, tentu sudah menjadi pengetahuan umum, hal itu menyebabkan polusi udara berupa lepasnya gas Karbon Monoksida (CO) dan gas Karbon Dioksida (CO2) ke udara. Gas CO2 merupakan salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim. Perubahan iklim, yang dengan ditandai oleh cuaca ekstrem sedang kita rasakan sekarang.

  3. keniten

    September 5, 2013 at 11:51 am

    Penggunaan limbah ban bekas untuk bahan baku produksi sandal sangat inspiratif dan setidaknya telah sedikit mengurangi dampak terhadap lingkungan. Jika kemudian limbah sisa produksi dijadikan bahan pembakaran di penyulingan dan pembakaran batu kapur, itu juga salah satu untuk mengurangi pembuangan yang sembarangan. Mungkin hal ini menarik untuk di diskusikan dan semoga ada cara yang lebih baik lagi yang lebih bijak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>